Adam Deni Sebut Jerinx Bahkan Menantang Penegakan Hukum Selama Proses Mediasi Semua Halaman

JAKARTA, KOMPAS.com – Aktivis sosial Adam Deni mengaku mendapat tantangan dari musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx terkait proses hukum jodoh.

Tantangan itu muncul setelah Adam Deni melaporkan drummer Superman Is Dead terkait ancaman kekerasan ke Polda Metro Jaya, Sabtu (10/7/2021) lalu.

“Mediasi pertama saya dibuka dengan alasan istrinya memohon kepada saya untuk keselamatan dan kesehatannya tetapi mediasi ditolak dan malah saya ditantang untuk pertandingan hukum dengan apa yang saya laporkan hari ini,” kata Adam Deni, Selasa (14/7). /2021), seperti yang diterima.

Baca juga: Polisi Selidiki Laporan Adam Deni Terkait Jerinx Terkait Ancaman Kekerasan

Adam Deni menegaskan dirinya menutup diri dari mediasi dari ancaman yang dialaminya di media sosial.

Dia mengaku akan terus membawa kasus ancaman tersebut ke pengadilan, meski baru-baru ini Jerinx menghubunginya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan wawasan dari surel kamu.
Daftar surel

“Baru kemarin sore kakak IGA alias Jrx menghubungi saya lewat WhatApp, tidak saya angkat sama sekali karena tidak membuka pintu untuk berkomunikasi lagi dengan terlapor atau membuka pintu mediasi lagi,” kata Adam Deni.

“Saya tegaskan tidak akan mencabut laporan tersebut dan saya akan melakukan proses hukum ini sesuai dengan prosedur yang berlaku di kepolisian,” kata Adam Deni.

Sementara itu, kuasa hukum Adam Deni, Machi Achmad, menyatakan kliennya telah memenuhi panggilan penyidik ​​untuk klarifikasi terkait pelaporan terhadap Jerinx.

Adam Deni menyelesaikan pemeriksaannya di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Selasa malam.

Baca Juga: Kasus Prostitusi Diserahkan ke Kejaksaan, Artis Cynthiara Alona Segera Diadili

“Intinya barang bukti itu terkait dengan ancaman kekerasan melalui media elektronik. Dimana kami telah memenuhi undangan klarifikasi dari Polda terkait laporan kami pada 10 Juli kemarin,” kata Machi.

See also  24 Selebriti Yang Berada Di Reality TV Sebelum Ketenaran

Selain memenuhi pemeriksaan dalam agenda klarifikasi, Adam Deni juga menyerahkan bukti terkait pelaporan ancaman.

Kemudian Adam Deni menyerahkan kasus tersebut kepada penyidik.

“Sekali lagi, kami telah memenuhi undangan untuk mengklarifikasi, tentu saja, biarkan tim investigasi Polda Metro mengerjakan laporan dugaan ancaman kekerasan yang dilakukan melalui media elektronik,” kata Machi.

Sebelumnya, Adam Deni melaporkan Jerinx ke Polda Metro Jaya atas dugaan ancaman kekerasan melalui media elektronik.

Machi sebelumnya mengatakan kliennya melaporkan Jerinx ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (10/7/2021) pukul 10.30 WIB.

Baca juga: Obat Covid-19 Ditimbun di Kalideres, Polisi: Belum Dijual Karena Ada Harga Eceran Tertinggi

“Adik Adam memilih untuk menggunakan hak konstitusionalnya sebagai warga negara dengan melaporkan Pak JRX,” kata Machi Achmad saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (11/7/2021).

Machi mengatakan bahwa Adam Deni mengambil langkah ini karena konsultasi yang dilakukan kliennya dengan Jerinx melalui telepon tidak tercapai.

“Sebelumnya ada kebuntuan (tidak ada konsensus) mengenai rencana perdamaian antara kedua pihak, yang sebelumnya telah dikomunikasikan melalui telepon,” kata Machi Achmad.

Machi mengaku telah berusaha menengahi perselisihan di antara keduanya. Namun, itu tidak mencapai titik temu.

Adam Deni menjerat Jerinx dengan Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 29 juncto Pasal 45b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Source link

Leave a Comment