Bukan Emak-emak Sein Kiri Belok Kanan

Jakarta

Sophia Latjuba jarang memposting di media sosial terkait dunia otomotif. Ternyata perempuan berusia 50 tahun ini masih belum fasih mengendarai motor, dan baru-baru ini berbagi momen saat sedang belajar naik motor.

Dari video singkat yang diunggah Sophia Latjuba di akun Instagram pribadinya, terlihat ibunda Eva Celia menggunakan skuter. Meski terlihat hanya mengemudi di halaman, dia masih lengkap dengan helm.

“Akhirnya belajar naik motor,” tulisnya dalam video seperti yang dilihat detikcom, Jumat (2/7/2021).

Wanita dengan tinggi 173 cm ini sepertinya tidak kesulitan mengendalikan motornya. Bahkan di akhir video, dia bergaya dengan satu tangan terangkat.

Aksi Sophia Latjuba kemudian memancing respon dari netizen. Banyak yang berharap saat mahir menggunakan sepeda motor, dia tidak akan menjadi belok kanan melainkan belok kiri, atau sebaliknya.

[Gambas:Instagram]

“Mudah-mudahan kamu tidak termasuk kelas Bu Ibu, belok kanan, belok kiri,” komentar Galih44doank.

“Seorang ibu berusia 50 tahun yang belajar mengendarai sepeda motor terlihat seperti anak berusia 18 tahun,” tambah ekabeh_.

“Ibu-ibu ini belok kanan sen, belok kiri boleh,” kata @hamzahgeovani18.

Nah, dengan tinggi badan 173 cm, Sophia Latjuba tak kesulitan mengendarai Honda Scoopy dengan gaya playful ini. Warna ini diketahui sudah diluncurkan Honda sejak 2017. Motor ini mendapat penyegaran pada November 2020. Sedangkan mesinnya 110cc eSP (Enhanced Smart Power). Mesin yang dipadukan dengan transmisi otomatis ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 6,6 kW/7.500 rpm dan torsi 9,3 Nm/5.500 rpm.

Ibu belok kanan tapi belok kiri

Pengguna sepeda motor di Indonesia memang unik. Bahkan tak jarang ada ibu-ibu yang mengendarai motor matic yang belok kiri tapi belok kanan. Tapi, kenapa identik dengan ibu sehingga istilah kelompok ibu belok kiri-kanan?

See also  Henry Golding berbagi foto super imut dengan bayi perempuannya saat ia kembali ke LA setelah syuting di Inggris

Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM) Hendrik Ferianto punya pandangan sendiri. Menurutnya, kebanyakan wanita dalam berkendara atau melakukan apapun biasanya menggunakan perasaan.

“Sebenarnya kalau lampu seinnya salah, kalau bisa disurvey, jawabannya mereka bilang sudah menyalakan lampu sein dengan benar. Sebenarnya (salah menyalakan lampu sein) lebih ke arah lupa dan panik. Misalnya saja. , ada perempuan naik motor klakson terus. Namanya panik, mau gas. Bisa ngerem, ngerem bisa megap-megap. Apalagi perempuan, bisa kikuk,” kata Hendrik beberapa waktu lalu.

Menurut Hendrik, perempuan yang sering salah menyalakan lampu sein itu disebabkan karena rendahnya kemampuan mengendarai sepeda motor.

“Jadi naik motor butuh skill, mental, knowledge, feeling, experience. Banyak rider wanita yang belajar sambil kerja, jadi mentalnya belum siap tapi yang penting bisa jalan. Coba tanya, ada biker wanita yang salah sinyal ya? Karena mereka siap mental. Dalam mengemudi tidak hanya butuh skill, tapi juga mental. Mental ini punya pengalaman, feeling. Kalau kurang pengalaman, gampang panik, diklakson dari belakang, yang tadinya sein kiri, jadi belok kanan, karena sudah panik,” kata Hendrik.

Tonton video”Saat Sophia Latjuba ‘Sihir’ Dirinya Menjadi Angelina Jolie
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)



Source link

Leave a Comment