Jaringan Bioskop Ditutup Lagi!

Jakarta

PPKM darurat membuat pengelola menutup sementara semua bioskop. Jaringan bioskop CGV untuk sementara menangguhkan operasinya mulai 12 Juli 2021.

Disusul dengan bioskop Cinepolis yang menutup seluruh bioskopnya di 63 lokasi di seluruh Indonesia. Sementara itu, jaringan bioskop terbesar di Indonesia, Cinema XXI, akan menutup sementara semua bioskopnya pada 16 Juli 2021.

Demikian pula dengan bioskop independen yang tergabung dalam GPBSI, seperti Flix Cinema, New Star Cineplex, Dakota Cinema, Golden Cinema, E-Plaza Cinema, Gajah Mada Cinema, Surya Yudha Cinema, Rajawali Cinema, dan BES Cinema.

Penutupan sementara seluruh bioskop dilakukan hingga berakhirnya PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah.

“Bioskop sejak awal pandemi selalu mematuhi setiap peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten. Dimulai ketika bioskop tutup pada Maret 2020, kemudian dibuka kembali, kemudian harus ditutup kembali. Terbukti, sejak Buka hingga tutup di masa pandemi ini, bioskop bukan klaster baru penyebaran COVID-19, karena bioskop menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan sudah dilakukan uji laboratorium,” kata Ketua DPP GPBSI Djonny Syafruddin.

Djonny Syafruddin berharap di beberapa daerah yang belum ada aturan penutupan bioskop, bisa dibuka kembali bioskopnya tanpa harus mengajukan izin lagi jika keadaan memungkinkan.

“Kami juga mengharapkan perhatian pemerintah, mengingat kerugian besar yang dialami bioskop sejak bioskop mulai tutup pada Maret 2020, karena meski bioskop tutup, pemeliharaan dan perawatan peralatan harus dilakukan secara rutin. Begitu juga pembayaran listrik dan pembayaran gaji pegawai. , meski memang ada beberapa pegawai yang harus dipulangkan,” kata Djonny.

Lebih lanjut Djonny mengharapkan perhatian dan bantuan pemerintah berupa kebijakan-kebijakan yang pro terhadap perfilman, karena selama ini belum ada bantuan pemerintah untuk bisnis perfilman. Dia menyampaikan beberapa poin terkait hal ini.

See also  Bagaimana 'Deliverance' memberi aktor kariernya yang hebat – Nonton Film

(1) Bantuan/insentif Pemerintah/Pemda terutama untuk pengurangan biaya tenaga listrik. Karena dua komponen biaya terbesar dalam bisnis perfilman adalah biaya/gaji karyawan dan biaya listrik. Untuk menghindari PHK pegawai, Pemerintah dapat membantu berupa penurunan tarif listrik (rata-rata bioskop dikenakan tarif B3).

(2) Keringanan pajak, khususnya pengenaan tarif pajak hiburan yang bersifat flat di semua wilayah. Ini akan sangat membantu bioskop selama pemulihan bisnis.

(3) Adanya insentif bagi pegawai bioskop. Selama bioskop tutup, sebagian besar karyawan libur. Mereka diberi gaji 50% dari yang biasa mereka terima, bahkan ada yang tidak dibayar saat bioskop tidak beroperasi, mengingat beban operasional yang berat bagi pengusaha bioskop. Mereka adalah karyawan bioskop dan kafe bioskop yang berjumlah sekitar 10.175 orang di seluruh Indonesia. Rata-rata mereka menerima upah minimum sesuai dengan daerahnya masing-masing.

(4) Perlunya kejelasan keputusan mengenai penutupan bioskop atau pembukaan kembali usaha bioskop secara serentak, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Semoga pemerintah dan pemerintah daerah memperhatikan bisnis perfilman, karena bioskop sebagai industri hilir film telah banyak memberikan kontribusi positif dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan perfilman nasional, serta dalam hal peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Hiburan. Pajak.

(nu2/ingin)

Source link

Leave a Comment