Paru-paru Jane Shalimar Disebut Penuh Bercak Sebelum Dia Meninggal

Jakarta

Jane Shalimar meninggal setelah dinyatakan terinfeksi COVID-19 dengan asma sebagai penyakit penyerta. Hal ini menyebabkan dia menderita pneumonia parah yang membuat saturasi oksigennya turun drastis.

Menurut pihak keluarga, kondisi ini membuat kondisi Jane Shalimar tak tertahankan hingga akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya.

“Ya, asma kemudian menyebabkan pneumonia berat. Jadi paru-parunya penuh flek, jadi kondisinya memang parah,” jelas adik ipar Jane Shalimar, Adhi, saat ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Minggu (4/04). 7/2021).

Bibi Jane Shalimar, Risda Tobing, mengatakan paru-paru Jane Shalimar bermasalah sejak dirawat di rumah sakit.

“Saat masuk rumah sakit, paru-parunya sudah berkabut, kan, terkena pneumonia,” kata Risda.

Menurut adik perempuan Jane Shalimar, Karina, keluarga dan tenaga medis telah melakukan segala upaya agar artis yang juga politisi ini bisa pulih seperti sedia kala.

Hanya saja, terlepas dari upaya mereka, sekarang mereka harus berbelas kasih dan membiarkan Jane Shalimar pergi selamanya.

“Prosesnya, Senin kita sampai di RS di JMC, kondisi jenuhnya memang naik turun, sambil menunggu ICU. Masuk ICU tanggal 29, kondisi Jane memang turun drastis. Jadi, untuk menstabilkan dokter. , dia mencoba yang terbaik, tetapi Tuhan punya rencana lain, Tuhan lebih baik. sayang Jane, “kata Karina.

Pihak keluarga mengaku Jane Shalimar kesulitan mendapatkan perawatan medis. Ini bukan kesengajaan, tapi karena rumah sakit penuh akibat lonjakan kasus COVID-19 yang meningkat drastis.

Terakhir, Jane Shalimar baru saja menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS JMC, Jakarta Selatan pada Selasa (29/6). Sebelumnya, ia dinyatakan positif COVID-19 pada 24 Juni 2021. Risda Tobing menjelaskan kronologisnya.

“Memang dia punya asma dan pada 24 Juni dia dinyatakan positif COVID atas kehendak Jane sendiri dia ingin isoman. Baru hari Minggu dia turun, temannya memeriksakan ke dokter di sana, kami menyiapkan oksigen, alhamdulillah kejenuhannya naik ke 64 dari 52, lalu dokter mempersilakan dia pulang, tapi kami koordinasikan dengan adiknya, ‘Bagaimana kondisi Jane mengkhawatirkan’, akhirnya kami koordinasikan dengan Pak RT dan kami juga menyiapkan ambulans, jadi kami mencari rumah sakit lengkap di mana-mana ,” jelas Risda.

See also  Jarang Tampil di TV, Sosok Artis Ini Kini Harus Menjalani Kemoterapi Usai Cerai Dari Pria Yang Saat Ini Suami Zaskia Gotik, Sikap Penyanyi Itu Jadi Sorotan!

Berkaca dari pengalamannya merawat Jane Shalimar, Risda Tobing juga mengungkapkan bahwa COVID-19 memang ada dan mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

Ia pun berharap pandemi virus Corona yang telah merenggut nyawa anggota keluarganya bisa segera berakhir.

“COVID memang ada ya prosesnya tetap harus dijaga. Rumah sakit kewalahan, tenaga kesehatan juga kewalahan, pasien juga banyak yang terdampak COVID. Jadi kita imbau seluruh masyarakat Indonesia untuk patuhi anjuran pemerintah, patuhi prokes, jaga kesehatan. kesehatan Anda, agar COVID cepat berlalu,” katanya.

(srs/memberi)

Source link

Leave a Comment